Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Puasa Nisfu Syaban? Ini Anjuran, Jadwal, Niat, hingga Keutamaannya

           islamic center Kabupaten Indramayu 


Reportasebarak.com, Indramayu- ini banyak umat Islam yang mengerjakan puasa Nisfu Syaban. 


Lantas, apa itu puasa Nisfu Syaban?


Melansir dari NU Online, Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban, yaitu jatuh pada tanggal 15. Malam ini disebut-sebut sebagai malam yang penuh kemuliaan.


Karena kemuliaannya, para ulama menganjurkan untuk menghidupkan malam dan hari Nisfu Syaban dengan berbagai amalan ibadah sunnah. Salah satu amalan tersebut di antaranya adalah puasa Nisfu Syaban.


Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW,


"Jika tiba waktu malam nisfu Sya'ban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya..." (HR. Ibnu Majah).


Lantas, apa sebenarnya puasa nisfu syaban itu? Berikut penjelasan lengkapnya.


Apa Itu Puasa Nisfu Syaban?

Seperti namanya, puasa Nisfu Syaban adalah puasa yang dikerjakan pada siang hari Nisfu Syaban. Yakni pada tanggal 15 bulan Syaban.


Melansir dari jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Nisfu Syaban sendiri secara etimologi terdiri dari dua kata. Yakni kata Nisfu yang bermakna setengah atau pertengahan, dan kata Syaban yang berarti bulan Syaban atau bulan ke-8 dalam kalender Hijriah.


Dengan demikian Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan tepatnya pada tanggal 15 bulan Syaban. Sementara itu dikutip dari laman Kementerian Agama RI, disebutkan bahwa Nisfu Syaban adalah malam dibukanya 300 pintu rahmat dan pintu ampunan oleh Allah SWT untuk manusia.


Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA berikut,


"Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata:


Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah salat, serta angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit (Berdo'a).


Kemudian Nabi bertanya: Apakah arti malam ini?


Jibril pun menjawab: Malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan, Allah SWT orang akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Kecuali seorang ahli sihir. Tukang ramal. Orang yang suka bermusuhan. Orang yang suka mengadu domba. Pemabuk. Orang yang durhaka pada kedua orang tuanya. Dan orang yang memutuskan silaturahim. Mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT."


Adapun puasa Nisfu Syaban dianjurkan Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadits,


"Jika tiba waktunya malam Nisfu Syaban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya, karena sesungguhnya Allah Ta'ala menurunkan rahmat-Nya mulai tenggelamnya matahari (Maghrib) di langit dunia dan berfirman, 'Siapa yang meminta ampun akan Aku ampuni. Siapa yang meminta rezeki akan Aku beri rezeki. Siapa yang terkena musibah akan aku sembuhkan. Siapa yang minta ini dan itu seterusnya, sampai waktu terbitnya fajar (matahari)." (HR. Ibnu Majah).



Kapan Puasa Nisfu Syaban?

Jika mengaju pada kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, awal bulan Syaban jatuh pada Ahad, 11 Februari 2024. Dengan demikian tanggal 15 Syaban jatuh pada hari Ahad, 25 Februari 2024.


Umat Islam yang ingin mengerjakan puasa Nisfu Syaban, dapat bangun sahur pada malam ini, Sabtu (24/2) hingga subuh hari Ahad (25/2) besok.


Jadwal Puasa Nisfu Syaban:


Awal Bulan Syaban: Ahad, 11 Februari 2024

Puasa Nisfu Syaban: Ahad, 25 Februari 2024


Berapa Hari Puasa Nisfu Syaban?

Puasa Nisfu Syaban sendiri hanya dilakukan selama 1 hari. Yakni pada tanggal 15 bulan Syaban tersebut.


Kendati demikian umat Islam tetap bisa menjalankan puasa di bulan Syaban untuk meraih kemuliaan dan keutamaan bulan Rasulullah SAW ini.


Kendati demikian, seperti dikutip detikHikmah dari buku Ringkasan Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq, Sheikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi mengatakan tidak ada aturan terkait puasa khusus Nisfu Syaban. Karena itu terdapat perbedaan pendapat dari para ulama.


Dikutip dari buku Keagungan Rajab dan Syaban karya Abdul Manan Bin Hj. Muhammad Sobari, ada penganjuran untuk berpuasa 3 hari di awal Syaban, 3 hari dipertengahan, dan 3 hari di akhir bulan Syaban.


Pahalanya bisa setara pahala 70 nabi ditambah dengan pahala ibadah selama 70 tahun. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa (orang) yang berpuasa 3 hari sejak awal Syaban dan 3 hari di pertengahannya kemudian 3 hari di akhirnya niscaya Allah menuliskan baginya 70 pahala para Nabi dan dia diberi pahala sama dengan orang yang beribadah kepada Allah selama 70 tahun dan sekiranya mati, di tahun itu akan menjadi mati syahid."


Niat Puasa Nisfu Syaban

Umat muslim dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Nisfu Syaban pada malam harinya. Adapun niatnya sama halnya dengan niat puasa sunnah lainnya di bulan Syaban.


Berikut niat puasa Nisfu Syaban untuk malam dan siang hari:


Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى


Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Aku berniat puasa sunah Sya'ban esok hari karena Allah SWT."


Niat Puasa Nisfu Syaban Siang Hari

Bagi umat muslim yang tidak sempat melafalkan niat di malam harinya tidak perlu khawatir. Pasalnya, seorang muslim dapat melafalkan niat puasa Nisfu Syaban pada siang hari selama belum makan, minum, ataupun melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.


Berikut ini lafaz niat puasa Nisfu Syaban yang dapat dibaca di siang hari.


نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى


Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ.


Artinya: "Aku berniat puasa sunah Sya'ban hari ini karena Allah SWT."


Keutamaan Puasa Nisfu Syaban

Sama halnya dengan puasa Syaban, keutamaan puasa Nisfu Syaban di antaranya adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak. Syekh Nawawi Al-Bantani berkata:


وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


Artinya: Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya'ban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. (Jbr.01)



Posting Komentar untuk "Apa Itu Puasa Nisfu Syaban? Ini Anjuran, Jadwal, Niat, hingga Keutamaannya"